Perbedaan Antisosial dengan Asosial


Antisocial social Club

(Sudah benarkah istilah tersebut? Apa perbedaan antara Antisosial dan asocial?)

Hello People, dari dulu saya sangat tertarik untuk membahas istilah-istilah seperti ini. Apalagi istilah antisocial social club sempat tren pada waktu yang lalu. Atau pernahkah anda mengenal istilah ansos? Ya, antisosial. Menurut saya dalam istilah ini terdapat kekeliruan tentang cara penafsiran dan pengertiannya. Tetapi sebelum saya, telah ada banyak orang yang berbicara tentang polemik peristilahan yang keliru seperti ini. Saya hanya ingin membahasnya dari sudut pandang kebahasaannya saja.

Prefiks Anti- dan A-


Prefiks adalah imbuhan di awal sebuah kata. Prefiks sendiri berfungsi seperti imbuhan yang lain, yakni menambah arti suatu kata. Prefiks Anti- berarti bertentangan, melawan dan kontra. Prefiks A- berarti tidak. Mari kita bahas satu per satu.
1.      Prefiks Anti-
Seperti yang telah dijelaskan di atas, Prefiks Anti- berarti bertentangan, melawan dan kontra. Anti disini berarti tidak dapat hidup berdampingan atau tidak dapat menerima suatu eksistensi bahkan menentang serta ingin menghilangkan suatu eksistensi.
Contoh :
-     Antipati berarti penolakan atau perasaan tidak suka yang kuat. 
-     Anti Pemerintah berarti menolak pemerintah dan cenderung ingin menjatuhkan pemerintah 
-     Antisosial berarti menentang kehidupan social (mengarah pada gangguan mental)
2.      Prefiks A-
Sederhananya Prefiks a- hanya menambah arti tidak pada suatu kata.
Contoh:
-Asosial berarti tidak ingin bersosial

Perbedaan Antisosial dengan Asosial

            Sederhananya, jika kita telah mengerti arti dari kedua  prefiks di atas, kita tidak akan menemukan kesulitan dalam membedakan pengertian Antisosial dan Asosial. Antisosial adalah perilaku menentang kehidupan sosial atau tidak menginginkan adanya kehidupan sosial Perilaku ini cenderung mengarah pada kelainan mental. Contohnya perasaan ingin membunuh adalah perilaku antisosial. Sedangkan Asosial adalah perilaku yang tidak ingin bersosial. Seseorang yang asocial tentunya akan tetap membiarkan kehidupan berjalan normal disekitarnya hanya saja membatasi interaksinya dengan orang lain.

Sudah Benarkah Kita Dalam Menggunakan Istilah Ansos?

            Saya rasa perlu dibenahi sedikit tentang cara kita memandang arti tersebut. Karena pengertian yang kita punya saat ini tentang ansos adalah keliru atau terdapat bias pengertian. Sebaiknya kita mengganti istilah ini dengan Asos atau Asosial, karena menurut saya istilah itu dapat lebih tepat dalam memaksudkan maksud kita.
            Toh kan kita tetap main medsos kenapa harus pake-pake status antisosial sih? Ketawa deh saya. Lebih baik digantilah biar kita nyaman dalam bersosial. Salam Logis…

 Di subscribe ya:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seminaris Tak Boleh Merokok - Kimentur 2018