Seminaris Tak Boleh Merokok - Kimentur 2018
Seminaris Tak Boleh Merokok
Clifford Untu, Poesis
Dewasa ini, zaman makin berubah. Apa yang dulu dianggap layak, sekarang tak layak. Begitu pula dengan merokok bagi para seminaris. Dulu hal ini dianggap sebagai suatu hal yang biasa. Namun sekarang ini ada bebarapa hal yang menjadi pertimbangan mengapa para seminaris tidak diperbolehkan merokok.
Pertama, seminaris adalah seorang calon imam yang berkepribadian suci. Bagi umat Katolik, seorang calon imam haruslah menjadi panutan atau sekurang-kurangnya mencontohkan cara hidup yang baik. Nah, pribadi perokok tentunya tidak dianggap sebagai suatu hal yang baik bagi masyarakat. Jadi kedua hal ini tidak bisa dipasangkan antara calon imam yang suci dengan pribadi perokok yang tidak baik.
Kedua, seminaris haruslah sehat. Merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Tar yang terdapat dalam rokok mengandung senyawa yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker). Arsenik yang terkandung dalam rokok, juga terkandung dalam racun tikus. Nikotin yang terkandung dalam rokok dapat menyebabkan penyakit mental yaitu ketergantungan, yang dapat mendorong orang untuk tetap mengkonsumsi rokok meskipun dalam keadaan sulit mengkonsumsi barang tersebut. Selain zat-zat atau senyawa-senyawa itu, masih terkandung beribu-ribu zat lain. Bagaimana mungkin rokok dapat menjaga kesehatan?
Ketiga, alasan seminaris merokok. Alasannya mudah ditebak. Merokok hanya untuk kesenangan, penghilang bosan, penghilang stres dsb. Tak hanya bagi seminaris, alasan ini, juga merupakan alasan para perokok untuk tetap merokok.
Sudah jelas bagi para seminaris untuk tidak merokok. Jika anda adalah seminaris, berhentilah merokok. Jika anda adalah orangtua atau kenalan dari para seminaris, peringatkanlah mereka untuk tidak merokok. Jika Tubuh kita sehat, panggilan dan jiwa kita juga akan sehat.FX
“Mens sana in corpore sano”

Komentar
Posting Komentar